Kamis, 05 Mei 2011

Kerja sama ekonomi internasional


A.Bentuk dan Tujuan Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
                Kerja sama ekonomi antarnegara/kerjasama ekonomi internasional adalah kerjasama antar Negara satu dengan Negara lain dalam bidang ekonomi(ekspor dan impor) dengan prinsip saling menguntungkan.Kerja sama ekonomi antarnegara juga berdasarkan pada politik luar negeri masing-masing Negara.Politik luar negeri kita adalah politik bebas aktif.Bebas artinya bersedia bekerja sama dengan Negara manapun(nonblok),sedangkan aktif artinya senantiasa ikut menjaga ketertiban dan dan perdamaian dunia.
1.Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
a.Kerja sama ekonomi bilateral,merupakan bentuk kerja sama ekonomi yang terdiri dari 2 negara saja misal Indonesia dengan Australia.
b.Kerja sama ekonomi multilateral,merupakan suatu bentuk kerjasama ekonomi yang terdiri dari beberapa Negara.
c.Kerja sama ekonomi regional,merupakan suatu bentuk kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh beberapa Negara yang berada pada suatu daerah tertentu yang saling berdekatan misal ASEAN,MEE.
d.Kerja sama ekonomi antarregional,merupakan bentuk kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh kelompok Negara-negara disuatu daerah dengan daerah lainnya misal kerjasama ASEAN dengan MEE.
e.Kerja sama ekonomi internasional,merupakan suatu bentuk kerja sama ekonomi yang terdiri dari beberapa Negara meliputi hamper seluruh dunia.
2.Tujuan Kerja Sama Ekonomi Antarnegara
a.mencukupi kebutuhan barang-barang dalam negeri
b.membebaskan bangsa sari kemiskinan,kelaparan,dan meningkatkan kemakmuran
c.melindungi industry dalam negeri
d.meningkatkan perolehan devisa Negara
e.memperluas lapangan kerja
f.untuk mencapai tujuan-tujuan lain yang diperoleh baik dibidang poitik,pertahanan,keamanan,perdamaian,sosial budaya,iptek dan lain-lain.
B.Dampak Kerja Sama Ekonomi Internasional
                Kerja sama ekonomo antarnegara baik secara regional maupun global mempunyai dampak positif dan negative.Kerjasama ekonomi internasional memberikan dampak positif karena memberi peluang perluasan pasar bagi suatu Negara.Sedangkan di sisi lain,kerja sama ekonomi antarnegara dapat mengancam kepentingan Negara dan produsen suatu Negara yang struktuk perekonomiannya lemah.Berikut adalah dampak positif dari kerja sama ekonomi internasional:
1.Mempererat hubungan antarnegara
                Eratnya hubungan antarbangsa/antarnegara akan mendorong kerjasama lebih lanjut diluar bidang ekonomi misal kerjasama dibidang pendidikan,pariwisata,kebudayaan,dan militer.
2.Mendorong produktivitas suatu Negara
                Jika semua didaeah Indonesia menjalin kerjasama ekonomi dengan luar negeri maka produktivitasa bangsa Indonesia akan meningkat dengan cepat.Peningkatan produktivitas akan mengurangi jumlah pengangguran&peningkatan pendapatan.
3.Meningkatkan perolehan devisa Negara
                Kerjasama ekonomi internasional akan mendorong suatu Negara membelanjakan mata uangnya ke Negara lain.misal Belanda mengimpor jahe dari Indonesia.Semakin tinggi perolehan devisa suatu Negara maka posisi ekonomi Negara didunia internasional akan semakin kuat.
4.Meningkatkan kemakmuran bangsa-bangsa seluruh dunia
                Kerja sama ekonomi internasional akan mendorong peningkatan kemakmuran bangsa-bangsa diseluruh dunia.Jika bangsa-bangsa diseluruh dunia mencapai kamakmuran maka kejahatan akan berkurang.Cita-cita suatu Negara untuk menguasai Negara lain juga akan berkurang,sehingga pertikaian dan perang antarnegara/antarbangsa pasti akan berkurang.
DAFTAR PUSTAKA:
Subroto.DJ,dan Daru Wahyuni.2004.Pengetahuan Sosial Ekonomi.Jakarta:Bumi Aksara.

Selasa, 03 Mei 2011

Kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang ekonomi


Untuk mengatasi masalah dibidang ekonomi pemerintah menggunakan kebijakn-kebijakan tertentu.Terdapat tiga kebijakan pemerintah dibidang ekonomi makro,yaitu
1.Kebijakan Fiskal
                Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian pada kondisi yang lebih baik.Kebijakan fiscal berhubungan erat dengan kegiatan pemerintah sebagai pelaku sector public.Dalam hal penerimaan pemerintah dianggap sebagai suatu cara untuk mengatur mobilitas dana domestic,dengan instrumen utamanya pajak dan pengeluaran Negara.Kebijakan fiskal pemerintah yang bersifat ekspansif dilakukan pada saat perekonomian sedang menghadapi masalah penmgangguran yang tinggi.Dilakukan dengan memperbesar pengeluaran pemerintah(misal menambah subsidi kepada rakyat kecil)dan mengurangi tingkat pajak.Sedangkan yang bersifat kontraktif dilakukan pada saat perekonomian mencapai kesempatan kerja atau menghadapi inflasi.
2.Kebijakn Moneter
                Kebijakan moneter adalah kebijakan ekonomi yang digunakan Bank Indonesia sebagai otoritas moneter,untuk mengendalikan/mengarahkan perekonomian pada kondisi yang lebih baik/diinginkan dengan mengatur jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga.Dalam kebijakan moneter Bank Sentral(Bank Indonesia) mengendalikan jumlah uang yang beredar.Melalui kebijakan moneter dapat mempertahankan,menambah atau mengurangi jumlah uang beredar untuk nmemacu pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan kestabilan harga.Kebijakan ini memiliki 3 instrumen penting yaitu operasi pasar terbuka(open market operation),kebijakan tingkat suku bunga(discount rate policy),dan rasio cadangan wajib(reserve requirementratio).
3.Kebijakan Perdagangan Luar Negeri
Kebijakan perdagangan luar negeri adalah peraturan yang dibuat oleh pemerintah yang memengaruhi struktur/komposisi dan arah transaksi perdagangan serta pembayaran internasional.Oleh karena itu kebikan ini tidak dapat berdiri sendiri tetapi kebijakan ini saling memengaruhi terhadap komponen lain dan kebijakan ekonomi makro,seperti kebijakan fiscal dan moneter.Berikut ini tujuan kebijakan perdagangan luar negeri,yaitu:
1.Melindungi kepentingan nasional dari pengaruh negative yang berasal dari luar negeri,
2.Melindungi industri nasional dari persaingan barang-barang impor,
3.Menjaga keseimbangan neraca pembayaran,
4.Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil,
5.Meningkatkan kesempatan kerja.
DAFTAR PUSTAKA:
Ahman,Eeng.2007.Membina Kompetensi Ekonomi.Bandung:Grafindo Media Pratama.

Masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi


Permasalahan ekonomi di Indonesia terjadi dalam lingkup ekonomi makro yang memerlukan kebijakan dari pemerintah.Di Negara-negara yang sedang berkembang,pada umumnya terdapat tiga masalah yang terkait dengan kemiskinan,kesenjangan ekonomi,dan pengangguran yang terus meningkat.Permasalahan ekonomi makro dalam membangun negara di Indonesia tidak hanya itu.Antara lain inflasi yang tidak terkendali,ketergantungan terhadap impor,dan utang luar negeri .
1.Masalah Kemiskinan
            Upaya penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan melalui berbagai cara,misalnya program Inpres Desa Tertinggal(IDT),pemberian kredit kepada para petani dan pengusaha kecil berupa Kredit Usaha Kecil(KUK),Kredit Modal Kerja Permanen(KMKP),Program Kawasan Terpadu(PKT),Program Bapak Angkat,Gerakan Nasional Orang Tua Asuh(GN-OTA),dan program wajib belajar.
2.Masalah Keterbelakangan
            Jika dilihat dari segi penguasaan teknologi,Indonesia masih dikategorikan sebagai Negara berkembang.Ciri nlain Negara berkembang adalah rendahnya tingkat pendapatan dan pemerataanya,rendahnya tingkat kemajuan dan pelayanan kesehatan,kurang terpeliharanya fasilitas umum,rendahnya tingkat disiplin masyarakat,rendahnya tingkat keterampilan penduduk,rendahnya pendidikan formal,kurangnya modal,rendahnya produktivitas tenaga kerja,serta lemahnya tingkat manajemen usaha.Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah berupaya meningkatkan kualitas SDM,melakukan pertukaran tenaga ahli,melakukan transfer teknologi dari Negara yang maju.
3.Masalah Kekurangan Modal
            Perkembangan dan modernisasi suatu perekonomian memerlukan modal yang sangat besar.Sebagai Negara berkembang,Indonesia mengalami kesulitan yang sama,yaitu kekurangan modal.Kekurangan modal ini disebabkan karena tingkat pendapatan masyarakat yang rendah,yang menyebabkan tabungan dan tingkat pembentukan modal menjadi rendah.Pendapatan yang rendah juga menyebabkan kemampuan investasi rendah yang menyebabkan modal dan produktivitas rendah.Untuk mengatasinya pemerintah melakukan suatu program besar yaitu meningkatkan kualitas SDM dan peningkatan investasi menjadi lebih produktif.
4.Masalah Pemerataan Pendapatan
            Pembangunan ekonomi Indonesia terkonsentrasi hanya di kota-kota besar,terutama di Pulau Jawa dan didominasi oleh kelompok tertentu.Faktor yang perlu di ketahui adalah memang benar setiap Negara berkembang,termasuk Negara Indonesia akan menghadapi kendala dalam pemerataan pendapatan dan dan hasil lainnya.Pada hakikatnya,pembangunan nasional yaitu pembangunan insan Indonesia seutuhnya sehingga keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dengan keberhasilan dibidang pertumbuhan ekonomi(secara materi).
5.Ketergantungan Terhadap Impor dan Utang Luar Negeri
            Tingkat ketergantungan yang tinggi dari pemerintah dan sektor swasta terhadap impor dan utang luar negeri merupakan masalah pembangunan.Impor yang tinggi akan mengurangi cadangan devisa Negara.Jika cadangan devisa berkurang,stabilitas ekonomi nasional akan lemah.Utang luar negeri satu masalah yang serius bagi pemerintah.Jika suatu Negara memiliki utang luar negeri maka masalah yang muncul adalah menyangkut beban utangnya dan pembayaran bunga utangsetiap tahun serta pelunasan pokok utangnya.Total utang luar negeri Indonesia setiap tahunya meningkat.Contohnya pada puncak krisis ekonomi tahun 1998,rasio utang luar negeri Indonesia terhadap total PDB mencapai jumlah tertinggi didunia.Indonesia mengalahkan Negara pengutang lainya yaitu Amerika Latin,seperti Meksiko,Brazil dan Argentina.
DAFTAR PUSTAKA:
Ahman,Eeng.2007.Membina Kompetensi Ekonomi.Bandung:Grafindo Media Pratama

Rabu, 30 Maret 2011

STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA DI MASA YANG AKAN DATANG


Seperti kita ketahui bersama bahwa salah satu tujuan penting perencanaan ekonomi di Indonesia adalah untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. Untuk meningkatkan pertumbuhan tersebut berate perlu juga meningkatkan laju pembentukan modal dengan cara meningkatkan tingkat pendapatan, tabungan, dan investasi.
        Untuk negara Indonesia, peningkatan laju pembentukan modal ini menghadapi berbagai kendala, salah satunya adalah kemiskinan. Hal ini disebabkan karena pendapatan dan tabungan rendah, sehingga investasi menjadi rendah, serta modal dan produktivitas pun rendah. Keadaan ini sering disebut “ Lingkaran Setan Kemiskinan ". Ada dua cara untuk memotong lingkarang setan tersebut, yaitu :
1.      1.   Melakukan pembangunan yang terencana dengan mencari modal dari luar negeri yang disebut “ Industrialisasi yang diproteksi “
2.     2.    Dengan cara menghimpun tabungan wajib yang disebut “ Industrialisasi dengan kemampuan sendiri “.

          Jadi perencanaan pembangunan sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kemiskinan. Perencanaan yang baik diperlukan untuk mengatasi ketimpangan distribusi pendapatan dan kesejahteraan, meningkatkan pendapatan nasional dan pendapatan perkapita, meningkatkan kesempatan kerja, dan untuk pembangunan secara keseluruhan.

          Perencanaan dapat dikatakan sebagai teknik atau cara untuk mencapai tujuan dan sasaran tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya serta telah dirumuskan oleh Badan Perencaan Pusat.
Perencanaan ekonomi adalah usaha secara sadar dari suatu pemerintahan untuk mempengaruhi, mengarahkan, serta mengendalikan perubahan variable-variabel ekonomi yang utama ( misalnya GDP, Konsumsi, Investasi, tabungan, dll ). Suatu rencana ekonomi bisa juga dianggap serangkaian sasaran (target) ekonomi secara kuantitatif yang khusus dan harus dicapai dalam jangka waktu tertentu.

          Tujuan perencanaan ekonomi adalah mengadakan suatu perekonomian nasional yang diatur, direncanakan tujuannya dan jalannya. Dan perencanaan pada asasnya berkisar pada dua hal, yaitu :
1.      1.  Penentuan pilihan secara sadar mengenai tujuan yang hendak di capai dalam jangka waktu tertentu atas dasar nilai yang dimiliki masyarakat yang bersangkutan.
2.    Pilihan-pilihan diantara cara-cara alternatif yang efisien serta rasional guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. 

Dari sudut pandang ekonomi, alasan perlunya perencanaan adalah :
1.      1. Agar penggunaan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas bisa lebih efisien.
2.     2. Agar perkembangan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi menjadi lebih mantap.
3.    3. Agar tercapai stabilitas ekonomi dalam menghadapi siklus konjungtur.
       
                Proses perencanaan ekonomi melalui beberapa tahap, dan masing-masing tahap tersebut sudah ditentukan dahulu apa yang ingin dicapai pada setiap tahap tersebut.
      Tahap-tahap tersebut, yaitu :
1.      1.  Menetapkan tujuan yang ingin dicapai dalam perencanaan ekonomi tersebut, diantaranya untuk pertumbuhan, penciptaan kesempatan kerja, distribusi pendapatan, pengurangan kemiskinan dll.
2.      2.  Mengukur ketersediaan sumber daya yang langka selama periode perencaan tersebut, misalnya tabungan, bantuan luar negeri, penerimaan pemerintah, penerimaan ekspor, tenaga kerja yang terlatih, dll.
3.      3.  Memilih berbagai cara (kegiatan dan alat) yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan nasional. Pada tahap ini ditetapkan proyek-proyek investasi seperti, jalan raya, jaringan irigasi, pabrik-pabrik, pusat-pusat kesehatan. Selain itu juga perencanaan nasioanl tentang kebijakan harga, seperti nilai kurs, tingkat bunga, upah, pengaturan pajak, subsidi, dll.
4.      4.  Mengerjakan proses pemilihan kegiatan-kegiatan yang mungkin dan penting untuk mencapai tujuan nasional tanpa terganggu oleh adanya kendala-kendala sumberdaya dan organisasional. 
        
                    Dalam pemerintahan sekarang, sejalan dengan bergulirnya reformasi yang dilakukan, dokumen pembangunan pun berubah. Salah satu dokumen yang menjadi acuan dalam pembangunan jangka panjang adalah UU No 25/2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang terlihat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang ( RPJP ) yang dibuat untuk periode 20 tahun ini  merupakan penjabaran dari tujuan dibentuknya pemerintahan negara Indonesia yang tercantum dalam pembukaan UUD Negara RI tahun 1945, dalam bentuk visi, misi, dan arah pembangunan nasional. 
                Dalam 20 tahun mendatang, Indonesia akan menghadapi persaingan dan ketidakpastian global yang makin meningkat, jumlah pemduduk yang makin meningkat, dan dinamika masyarakat yang beraneka ragam.
      Pada bagian lain dikemukakan dalam era globalisasi, informasi mempunyai nilai ekonomi untuk mendirong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan daya saing suatu bangsa sehingga mutlak diperlukan suatu kemampuan bangsa dalam menghadapi persaingan global yang makin ketat. Sedangkan arah pembangunan jangka panjang ( 2005-2025 ) Indonesia, sesuai dengan visi dan misi pembangunan nasional tahun 2005-2025.
                Untuk mencapai tujuan pembangunan tersebut ada prakondisi yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, yaitu adanya pemerintahan yang bersih dan tata kelola yang baik. Sepanjang prakondisi tersebut belum disiapkan, akan sangat sulit bagi bangsa ini untuk mewujudkan cita-cita luhur pembangunan tersebut.
      

2.Berilah contoh tentang peta perekonomian disuatu daerah di Indonesia(keadaan geografis,kependudukan,mata pencaharian dan pariwisata)?
PULAU JAWA(Daerah Jawa Tengah)
Perekonomian
Pertanian merupakan sektor utama perekonomian Jawa Tengah, dimana mata pencaharian di bidang ini digeluti hampir separuh dari angkatan kerja terserap.Kawasan hutan meliputi 20% wilayah provinsi, terutama di bagian utara dan selatan. Daerah Blora-Grobogan merupakan penghasil kayu jati. Jawa Tengah juga terdapat sejumlah industri besar dan menengah. Daerah Semarang-Ungaran-Demak-Kudus merupakan kawasan industri utama di Jawa Tengah. Kudus dikenal sebagai pusat industri rokok. Cilacap terdapat industri semen.Blok Cepu di pinggiran Kabupaten Blora (perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah) terdapat cadangan minyak bumi yang cukup signifikan, dan kawasan ini sejak zaman Hindia Belanda telah lama dikenal sebagai daerah tambang minyak.

Geografi

Menurut tingkat kemiringan lahan di Jawa Tengah, 38% lahan memiliki kemiringan 0-2%, 31% lahan memiliki kemiringan 2-15%, 19% lahan memiliki kemiringan 15-40%, dan sisanya 12% lahan memiliki kemiringan lebih dari 40%.Kawasan pantai utara Jawa Tengah memiliki dataran rendah yang sempit. Di kawasan Brebes selebar 40 km dari pantai, dan di Semarang hanya selebar 4 km. Dataran ini bersambung dengan depresi Semarang-Rembang di timur. Gunung Muria pada akhir Zaman Es (sekitar 10.000 tahun SM) merupakan pulau terpisah dari Jawa, yang akhirnya menyatu karena terjadi endapan aluvial dari sungai-sungai yang mengalir. Kota Demak semasa Kesultanan Demak (abad ke-16 Masehi) berada di tepi laut dan menjadi tempat berlabuhnya kapal. Proses sedimentasi ini sampai sekarang masih berlangsung di pantai Semarang.Di selatan kawasan tersebut terdapat Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng, yakni pegunungan kapur yang membentang dari sebelah timur Semarang hingga Lamongan (Jawa Timur).Rangkaian utama pegunungan di Jawa Tengah adalah Pegunungan Serayu Utara dan Serayu Selatan. Rangkaian Pegunungan Serayu Utara membentuk rantai pegunungan yang menghubungkan rangkaian Bogor di Jawa Barat dengan Pegunungan Kendeng di timur. Lebar rangkaian pegunungan ini sekitar 30-50 km; di ujung baratnya terdapat Gunung Slamet dan bagian timur merupakan Dataran Tinggi Dieng dengan puncak-puncaknya Gunung Prahu dan Gunung Ungaran. Antara rangkaian Pegunungan Serayu Utara dan Pegunungan Serayu Selatan dipisahkan oleh Depresi Serayu yang membentang dari Majenang (Kabupaten Cilacap), Purwokerto, hingga Wonosobo. Sebelah timur depresi ini terdapat gunung berapi Sindoro dan Sumbing, dan sebelah timurnya lagi (kawasan Temanggung dan Magelang) merupakan lanjutan depresi yang membatasi Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pegunungan Serayu Selatan merupakan pengangkatan zone Depresi Bandung.Kawasan pantai selatan Jawa Tengah juga memiliki dataran rendah yang sempit, dengan lebar 10-25 km. Perbukitan yang landai membentang sejajar dengan pantai, dari Yogyakarta hingga Cilacap. Sebelah timur Yogyakarta merupakan daerah pegunungan kapur yang membentang hingga pantai selatan Jawa Timur.

Penduduk

Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah adalah 32.380.687 jiwa terdiri atas 16.081.140 laki-laki dan 16.299.547 perempuan. Kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kabupaten Brebes (1,732 juta jiwa), Kabupaten Cilacap (1,644 juta jiwa), dan Kabupaten Banyumas (1,553 juta jiwa).Sebaran penduduk umumnya terkonsentrasi di pusat-pusat kota, baik kabupaten ataupun kota. Kawasan permukiman yang cukup padat berada di daerah Semarang Raya (termasuk Ungaran dan sebagian wilayah Kabupaten Demak dan Kendal), Solo Raya (termasuk sebagian wilayah Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Boyolali), serta Tegal-Brebes-Slawi.Pertumbuhan penduduk Provinsi Jawa Tengah sebesar 0,67% per tahun. Pertumbuhan penduduk tertinggi berada di Kabupaten Demak (1,5% per tahun), sedang yang terendah adalah Kota Pekalongan (0,09% per tahun).

Pariwisata

Jawa Tengah banyak terdapat obyek wisata yang sangat menarik. Kota Semarang memiliki sejumlah bangunan kuno. Obyek wisata lain di kota ini termasuk Puri Maerokoco (Taman Mini Jawa Tengah) [(Museum Jawa Tengah Ranggawarsita)]dan Museum Rekor Indonesia (MURI).Salah satu kebanggaan provinsi ini adalah Candi Borobudur, yakni monumen Buddha terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9, terdapat di Kabupaten Magelang. Candi Mendut dan Pawon juga terletak satu kompleks dengan Borobudur.Candi Prambanan di perbatasan Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Di kawasan Dieng terdapat kelompok candi-candi Hindu, yang diduga dibangun sebelum era Mataram Kuno. Kompleks candi Gedong Songo terletak di lereng Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang.Surakarta dipandang sebagai salah satu pusat kebudayaan Jawa, dimana di kota ini terdapat Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran. Obyek wisata menarik di luar kota ini adalah Air Terjun Grojogan Sewu dan candi-candi peninggalan Majapahit di Kabupaten Karanganyar; serta Museum Fosil Sangiran yang terletak di jalur Solo-Purwodadi.Bagian selatan Jawa Tengah juga menyimpan sejumlah obyek wisata alam menarik, diantaranya Goa Jatijajar dan Pantai Karangbolong di Kabupaten Kebumen, serta Baturraden di Kabupaten Banyumas. Di bagian utara terdapat Obyek Wisata Guci di lereng Gunung Slamet, Kabupaten Tegal; serta Kota Pekalongan yang dikenal dengan julukan 'kota batik'.Kawasan pantura barat banyak menyimpan wisata religius. Masjid Agung Demak yang didirikan pada abad ke-16 merupakan bangunan artistik dengan paduan arsitektur Islam dan Hindu. Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Kawasan pantura barat terdapat 3 makam wali sanga, yakni Sunan Kalijaga di Demak, Sunan Kudus di kota Kudus, dan Sunan Muria di Kabupaten Kudus. Kudus juga dikenal sebagai 'kota kretek', dan kota ini juga terdapat museum kretek.
SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Tengah